Beranda » Nasional » Jadwal Pencairan TPG 2026, Mai Mulai Cair per Bulan?

Jadwal Pencairan TPG 2026, Mai Mulai Cair per Bulan?

Sudah berapa kali cek rekening tapi saldo masih segitu-gitu aja? Bagi para pendidik yang mengandalkan (TPG) sebagai tambahan penghasilan, menunggu jadwal pencairan memang jadi momen yang dinanti setiap bulannya.

TPG merupakan tunjangan yang diberikan kepada guru profesional yang telah memiliki sertifikat pendidik. Besaran tunjangan ini setara dengan satu kali gaji pokok, jadi bisa dibayangkan betapa pentingnya dana ini untuk menunjang kebutuhan sehari-hari. Berdasarkan regulasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), TPG disalurkan secara berkala setiap triwulan melalui mekanisme transfer langsung ke rekening guru.

Nah, memasuki tahun 2026, banyak pertanyaan beredar seputar . Kapan tepatnya tunjangan ini mulai cair? Apakah ada perubahan mekanisme pencairan dibandingkan tahun sebelumnya?

Artikel ini akan meluruskan informasi seputar jadwal pencairan , mulai dari timeline resmi, proses verifikasi, hingga solusi jika tunjangan terlambat cair. Semua informasi didasarkan pada regulasi terbaru dan dapat berubah sesuai kebijakan pemerintah.

Apa Itu TPG dan Siapa yang Berhak Menerima?

Tunjangan Profesi Guru adalah insentif yang diberikan pemerintah kepada guru yang telah memenuhi kualifikasi akademik dan kompetensi profesional. Tunjangan ini besarannya sama dengan satu kali gaji pokok guru per bulan, sehingga sangat membantu meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik.

Tidak semua guru otomatis mendapatkan TPG. Ada kriteria khusus yang harus dipenuhi, antara lain memiliki sertifikat pendidik yang masih berlaku, berstatus guru PNS atau guru tetap yayasan, mengajar minimal 24 jam tatap muka per minggu, dan terdaftar aktif dalam sistem (Data Pokok Pendidikan). Khusus untuk guru yang mengampu mata pelajaran tertentu atau menjabat sebagai kepala sekolah, ada penyesuaian perhitungan jam mengajar.

Pencairan TPG bukan tanpa syarat. Data guru harus ter-update di Dapodik dan telah diverifikasi oleh Dinas Pendidikan setempat. Jika ada ketidaksesuaian data atau jam mengajar kurang dari 24 JTM, pencairan bisa tertunda bahkan dibatalkan untuk periode tertentu.

Jadwal Resmi Pencairan TPG 2026

Berdasarkan pola pencairan tahun-tahun sebelumnya dan informasi dari Kemendikbudristek, TPG 2026 akan disalurkan secara triwulanan dengan estimasi jadwal sebagai berikut:

Triwulan Period Pencairan Estimasi Waktu
Triwulan I Januari – Maret 2026 Akhir Maret – Awal April 2026
Triwulan II April – Juni 2026 Akhir Juni – Awal Juli 2026
Triwulan III Juli – September 2026 Akhir September – Awal Oktober 2026
Triwulan IV Oktober – Desember 2026 Akhir Desember 2026 – Awal Januari 2027

Perlu dicatat bahwa jadwal di atas bersifat estimasi dan dapat berubah tergantung kecepatan verifikasi data serta proses administrasi di masing-masing daerah. Pencairan TPG biasanya dilakukan setelah proses verifikasi dan validasi data guru selesai dilakukan oleh Dinas Pendidikan provinsi dan kabupaten/kota.

Singkatnya, TPG tidak cair setiap bulan seperti gaji pokok, melainkan tiga bulan sekali. Jadi, saat triwulan I cair, guru akan menerima akumulasi tunjangan untuk bulan Januari, Februari, dan Maret sekaligus.

Mengapa TPG Cair per Triwulan, Bukan Bulanan?

Banyak guru yang bertanya-tanya, kenapa TPG tidak dicairkan setiap bulan seperti gaji? Ada beberapa alasan teknis dan administratif di balik kebijakan ini.

Pertama, mekanisme triwulanan memudahkan proses verifikasi data. Pemerintah perlu memastikan bahwa setiap guru yang menerima TPG masih memenuhi syarat, seperti jam mengajar yang cukup dan status kepegawaian yang aktif. Proses verifikasi ini membutuhkan waktu karena melibatkan koordinasi antara sekolah, Dinas Pendidikan, dan Kemendikbudristek.

Kedua, efisiensi anggaran dan administrasi keuangan negara. Pencairan triwulanan mengurangi beban administratif dan biaya operasional yang harus dikeluarkan untuk setiap kali proses transfer. Dengan sistem ini, satu kali pencairan langsung mencakup tiga bulan sekaligus.

Ketiga, sinkronisasi dengan sistem Dapodik. Data guru di Dapodik perlu di-update dan divalidasi secara berkala. Periode triwulan memberikan waktu yang cukup bagi sekolah untuk memperbarui data dan bagi dinas untuk melakukan verifikasi menyeluruh sebelum pencairan dilakukan.

Baca Juga:  Cara Login Info GTK 2026 untuk Pantau Status Penerbitan NRG

Proses Verifikasi Data Sebelum Pencairan TPG

Sebelum TPG cair ke rekening, ada rangkaian proses verifikasi yang harus dilalui. Memahami alur ini penting agar guru tahu di tahap mana kemungkinan terjadi kendala.

Tahapan Verifikasi TPG

  1. Pemutakhiran Data Dapodik oleh Sekolah
    bertanggung jawab meng-update data guru di aplikasi Dapodik, termasuk jam mengajar, status kepegawaian, dan sertifikat pendidik. Data harus sudah final sebelum cut-off date setiap triwulan.
  2. Validasi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota
    Setelah sekolah mengirim data, Dinas Pendidikan tingkat kabupaten/kota melakukan validasi. Mereka mengecek kesesuaian data dengan dokumen fisik dan memastikan tidak ada duplikasi atau kesalahan.
  3. Verifikasi oleh Dinas Pendidikan Provinsi
    Data yang sudah divalidasi kabupaten/kota kemudian naik ke tingkat provinsi untuk verifikasi lanjutan. Tahap ini memastikan semua data sudah sesuai dengan standar nasional.
  4. Proses di Kemendikbudristek
    Data yang lolos verifikasi provinsi dikirim ke Kemendikbudristek untuk proses final. Di sini dilakukan pengecekan sistem dan penyiapan data pencairan.
  5. Pengajuan SP2D dan Pencairan
    Setelah semua tahap selesai, Kemendikbudristek mengajukan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) ke Kementerian Keuangan. Jika disetujui, dana langsung ditransfer ke rekening guru melalui bank penyalur.

Seluruh proses ini bisa memakan waktu 2-4 minggu setelah akhir triwulan. Makanya, pencairan TPG triwulan I yang periode-nya Januari-Maret biasanya baru cair di akhir Maret atau awal April.

Nominal TPG yang Diterima Guru 2026

Besaran TPG yang diterima setiap guru berbeda-beda, tergantung pada golongan dan masa kerja yang menentukan gaji pokok. Karena TPG nilainya setara dengan satu kali gaji pokok, semakin tinggi golongan dan masa kerja, semakin besar pula tunjangan yang diterima.

Sebagai gambaran, berikut estimasi nominal TPG berdasarkan golongan untuk guru PNS:

Golongan Rentang Gaji Pokok TPG per Bulan TPG per Triwulan
III/a Rp2.500.000 – Rp3.200.000 Rp2.500.000 – Rp3.200.000 Rp7.500.000 – Rp9.600.000
III/b Rp2.700.000 – Rp3.500.000 Rp2.700.000 – Rp3.500.000 Rp8.100.000 – Rp10.500.000
III/c Rp3.000.000 – Rp3.800.000 Rp3.000.000 – Rp3.800.000 Rp9.000.000 – Rp11.400.000
III/d Rp3.300.000 – Rp4.200.000 Rp3.300.000 – Rp4.200.000 Rp9.900.000 – Rp12.600.000
IV/a Rp3.600.000 – Rp4.800.000 Rp3.600.000 – Rp4.800.000 Rp10.800.000 – Rp14.400.000
IV/b ke atas Rp4.000.000 – Rp5.500.000 Rp4.000.000 – Rp5.500.000 Rp12.000.000 – Rp16.500.000

Nominal di atas adalah estimasi berdasarkan struktur gaji PNS tahun 2026 dan dapat berubah jika ada penyesuaian gaji pokok atau kebijakan baru dari pemerintah. Untuk guru non-PNS yang bersertifikat, besaran TPG mengikuti standar yang ditetapkan oleh yayasan atau lembaga pengelola dengan mengacu pada ketentuan pemerintah.

Cara Cek Status Pencairan TPG 2026

Daripada menebak-nebak kapan TPG cair, lebih baik langsung cek status pencairan secara online. Ada beberapa platform yang bisa digunakan untuk memantau status tunjangan.

Portal Info GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan)

Platform resmi dari Kemendikbudristek yang menyediakan informasi lengkap terkait data guru dan status tunjangan. Untuk mengakses:

  1. Buka situs melalui browser
  2. Login menggunakan akun SIM PKB atau akun GTK
  3. Masukkan username dan password yang sudah terdaftar
  4. Pilih menu “Tunjangan” atau “Info Tunjangan Profesi”
  5. Lihat status pencairan TPG per triwulan
  6. Cek detail nominal dan estimasi waktu transfer

Jika status menunjukkan “Proses Verifikasi”, berarti data masih dalam tahap pengecekan di Dinas Pendidikan atau Kemendikbudristek. Status “Siap Bayar” artinya data sudah disetujui dan menunggu proses SP2D. Sedangkan status “Sudah Dibayar” menandakan TPG sudah ditransfer ke rekening.

Aplikasi SIM PKB

Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan juga menyediakan fitur pengecekan tunjangan. Caranya hampir sama dengan portal Info GTK, cukup login dan masuk ke menu tunjangan untuk melihat status terkini.

Cek Langsung ke Dinas Pendidikan

Jika akses online terkendala, guru bisa langsung menghubungi Dinas Pendidikan setempat. Siapkan NUPTK (Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan) dan data identitas untuk mempermudah pengecekan. Biasanya petugas bisa memberikan informasi lebih detail, termasuk jika ada kendala di data yang perlu diperbaiki.

Penyebab TPG Terlambat Cair atau Tidak Cair

Tidak semua guru menerima TPG tepat waktu. Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan keterlambatan atau bahkan pembatalan pencairan.

Data Dapodik Tidak Lengkap atau Salah

Kesalahan paling umum adalah data di Dapodik yang tidak update atau tidak sesuai dengan kondisi aktual. Misalnya, jam mengajar tercatat kurang dari 24 JTM padahal sebenarnya sudah cukup, atau sertifikat pendidik yang belum di-input. Solusinya, koordinasi dengan operator Dapodik sekolah untuk segera memperbarui data sebelum cut-off date.

Jam Mengajar Kurang dari 24 JTM

Syarat utama penerima TPG adalah memenuhi beban mengajar minimal 24 jam tatap muka per minggu. Jika tercatat kurang, meskipun hanya 1-2 jam, pencairan otomatis tertunda. Guru bisa mengajukan tugas tambahan atau kolaborasi mengajar di sekolah lain untuk melengkapi kekurangan jam.

Sertifikat Pendidik Bermasalah

Sertifikat yang sudah kadaluarsa, tidak sesuai bidang studi, atau belum teregistrasi ulang bisa jadi penyebab penolakan. Pastikan sertifikat masih berlaku dan sesuai dengan mata pelajaran yang diampu. Jika ada masalah, segera hubungi LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) yang mengeluarkan sertifikat.

Baca Juga:  Kenapa Simpan Permanen Akun SNPMB 2026 Gagal? Ini Solusi Mengatasinya

Status Kepegawaian Berubah

Guru yang mengalami perubahan status, misalnya dari aktif menjadi cuti panjang, atau pindah tugas tanpa update data, bisa mengalami penundaan pencairan. Setiap perubahan status harus segera dilaporkan dan diperbarui di sistem agar tidak mempengaruhi tunjangan berikutnya.

Rekening Bank Bermasalah

Rekening yang tidak aktif, sudah ditutup, atau mengalami pemblokiran juga bisa menghambat pencairan. Pastikan rekening yang terdaftar masih aktif dan bisa menerima transfer. Jika perlu ganti rekening, segera lapor ke Dinas Pendidikan untuk update data.

Solusi Jika TPG Belum Cair Sesuai Jadwal

TPG sudah melewati jadwal estimasi tapi belum juga masuk rekening? Jangan panik dulu, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan.

Cek Status di Info GTK

Langkah pertama adalah memastikan status pencairan di portal Info GTK. Jika status masih “Proses Verifikasi”, tunggu beberapa hari karena prosesnya memang butuh waktu. Tapi kalau statusnya “Ditolak” atau “Bermasalah”, segera identifikasi penyebabnya.

Koordinasi dengan Operator Dapodik Sekolah

Hubungi operator Dapodik untuk mengecek apakah ada data yang perlu diperbaiki atau dilengkapi. Operator bisa membantu melakukan sinkronisasi ulang atau memperbarui informasi yang kurang lengkap. Pastikan semua data sudah benar sebelum periode verifikasi berikutnya.

Lapor ke Dinas Pendidikan

Jika masalah tidak terselesaikan di level sekolah, buat pengaduan resmi ke Dinas Pendidikan setempat. Bawa dokumen pendukung seperti SK sertifikasi, SK mengajar, dan bukti jam mengajar. Petugas dinas bisa membantu melacak di tahap mana kendala terjadi dan memberikan solusi.

Manfaatkan Layanan Pengaduan Kemendikbudristek

Untuk kasus yang tidak terselesaikan di tingkat daerah, guru bisa mengajukan pengaduan langsung ke Kemendikbudristek melalui layanan LAPOR! atau contact center Kemendikbudristek. Siapkan NUPTK, nomor sertifikat pendidik, dan kronologi masalah secara detail.

Ingat, setiap pengaduan harus disertai data yang lengkap dan akurat. Semakin jelas informasi yang diberikan, semakin cepat proses penyelesaiannya.

Tips Agar TPG Cair Lancar Setiap Triwulan

Mencegah lebih baik daripada mengatasi masalah setelah terjadi. Berikut beberapa tips agar pencairan TPG berjalan lancar setiap periode.

Selalu Update Data Dapodik

Pastikan operator sekolah rutin memperbarui data di Dapodik, terutama menjelang akhir semester atau akhir triwulan. Data yang selalu ter-update meminimalkan risiko kesalahan saat verifikasi. Jangan tunggu sampai mendekati deadline, karena kalau ada kesalahan, waktu untuk perbaikan jadi terbatas.

Jaga Jam Mengajar Tetap 24 JTM atau Lebih

Rencanakan pembagian jam mengajar di awal semester agar tidak kurang dari standar minimal. Jika ada kendala karena kurikulum atau jumlah siswa, komunikasikan dengan kepala sekolah untuk mencari solusi, seperti tugas tambahan atau mengajar di kelas paralel.

Simpan Dokumen Penting

Selalu punya salinan digital dan fisik dari dokumen penting seperti SK sertifikasi, SK mengajar, ijazah, dan transkrip nilai. Dokumen ini diperlukan saat ada verifikasi mendadak atau jika diminta melengkapi data.

Aktif Komunikasi dengan Operator dan Dinas

Jangan ragu bertanya atau konfirmasi ke operator Dapodik atau petugas Dinas Pendidikan jika ada informasi yang kurang jelas. Komunikasi yang baik membantu mengidentifikasi masalah lebih awal sebelum berdampak pada pencairan.

Pantau Rekening Secara Berkala

Pastikan rekening yang didaftarkan masih aktif dan bisa menerima transfer. Cek secara rutin, terutama menjelang periode pencairan. Jika ada pergantian rekening, segera lapor dan update data.

Kontak Layanan dan Pengaduan TPG

Jika mengalami kendala terkait pencairan TPG atau butuh informasi lebih lanjut, berikut beberapa saluran yang bisa dihubungi:

  • Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota: Hubungi langsung dinas di wilayah tempat mengajar untuk konsultasi dan pengaduan terkait data atau verifikasi
  • Contact Center Kemendikbudristek: 177 (layanan telepon) atau melalui email resmi untuk pertanyaan seputar kebijakan TPG
  • Portal LAPOR!: Platform pengaduan nasional yang terintegrasi, bisa diakses untuk mengajukan keluhan jika pencairan bermasalah
  • Info GTK Help Desk: Layanan bantuan teknis khusus untuk masalah akses portal atau data yang tidak sesuai

Pastikan setiap pengaduan disertai dengan data lengkap seperti NUPTK, nama lengkap, sekolah tempat mengajar, dan deskripsi masalah yang jelas agar prosesnya lebih cepat.

Perbedaan TPG dengan Tunjangan Lainnya

Banyak yang masih bingung membedakan TPG dengan jenis tunjangan guru lainnya. Meskipun sama-sama diterima oleh tenaga pendidik, setiap tunjangan punya syarat dan mekanisme berbeda.

Jenis Tunjangan Syarat Utama Periode Pencairan Besaran
TPG Sertifikat pendidik + 24 JTM Triwulanan 1x gaji pokok
Tunjangan Khusus Mengajar di daerah khusus/terpencil Bulanan Rp1,5 juta – Rp5 juta
Tunjangan Fungsional Guru PNS aktif Bulanan Sesuai golongan
Tamsil (Tambahan Penghasilan) ASN tertentu Bulanan Bervariasi per daerah

TPG adalah yang paling besar nominalnya karena setara gaji pokok, tapi syaratnya juga paling ketat dengan keharusan memiliki sertifikat pendidik dan memenuhi jam mengajar. Sementara tunjangan lainnya lebih bersifat tambahan dengan syarat yang lebih fleksibel.

Mitos dan Fakta Seputar TPG 2026

Di kalangan guru, sering beredar informasi yang belum tentu benar soal TPG. Berikut klarifikasi beberapa mitos yang sering terdengar.

Baca Juga:  Daftar Lengkap UMP UMK 2026, Cek Upah Minimum Daerahmu

Mitos: TPG akan cair setiap bulan mulai 2026
Fakta: Tidak akurat. Berdasarkan regulasi Kemendikbudristek, mekanisme pencairan TPG tetap triwulanan seperti tahun-tahun sebelumnya. Tidak ada kebijakan resmi yang mengubah sistem pencairan menjadi bulanan per 2026.

Mitos: Semua guru otomatis dapat TPG
Fakta: TPG hanya diberikan kepada guru yang memiliki sertifikat pendidik dan memenuhi persyaratan seperti 24 jam tatap muka per minggu. Guru yang belum sertifikasi atau jam mengajarnya kurang tidak berhak menerima tunjangan ini.

Mitos: TPG bisa ditunda jika anggaran negara terbatas
Fakta: TPG adalah hak guru yang sudah dialokasikan dalam APBN. Pencairan bisa terlambat karena proses verifikasi, bukan karena kekurangan anggaran. Pemerintah berkewajiban menyalurkan TPG sesuai jadwal yang ditetapkan.

Mitos: Guru honorer tidak bisa dapat TPG
Fakta: Guru honorer yang sudah bersertifikat pendidik dan diangkat oleh yayasan pendidikan resmi tetap berhak mendapat TPG sesuai ketentuan. Yang membedakan adalah sumber anggaran, bisa dari pemerintah pusat atau yayasan.

Persiapan Menjelang Pencairan TPG Triwulan I 2026

Triwulan pertama tahun 2026 sudah di depan mata. Bagi guru yang ingin memastikan TPG cair lancar, ada beberapa persiapan yang perlu dilakukan sekarang.

Pastikan data di Dapodik sudah lengkap dan sesuai, termasuk jam mengajar, riwayat pendidikan, dan sertifikat pendidik. Koordinasi dengan operator sekolah untuk melakukan sinkronisasi data sebelum deadline verifikasi. Jangan lupa cek status sertifikat pendidik, pastikan masih berlaku dan tidak ada masalah administrasi.

Simpan semua dokumen pendukung seperti SK mengajar, SK sertifikasi, dan bukti jam mengajar. Dokumen ini bisa sewaktu-waktu diminta saat verifikasi atau jika ada audit. Lebih baik siap dari sekarang daripada panik mencari saat sudah dibutuhkan.

Pantau informasi resmi dari Dinas Pendidikan dan Kemendikbudristek terkait jadwal cut-off data dan estimasi pencairan. Biasanya ada pengumuman melalui surat edaran atau portal resmi. Jangan terlalu percaya pada kabar yang beredar di grup WhatsApp tanpa verifikasi ke sumber resmi.


Penutup

Pencairan TPG 2026 tetap mengikuti mekanisme triwulanan seperti tahun-tahun sebelumnya. Meskipun ada harapan pencairan bulanan, hingga awal 2026 belum ada kebijakan resmi yang mengubah sistem tersebut. Yang paling penting, pastikan semua data dan persyaratan terpenuhi agar tunjangan cair tepat waktu tanpa kendala.

Semoga informasi ini membantu menjawab pertanyaan seputar jadwal dan mekanisme pencairan TPG 2026. Terima kasih sudah membaca, semoga rezeki dari TPG lancar dan bermanfaat untuk keluarga. Tetap semangat mengajar dan mendidik generasi bangsa!


Disclaimer

Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan regulasi Kemendikbudristek dan pola pencairan tahun-tahun sebelumnya. Jadwal pencairan dan besaran nominal dapat berubah sesuai kebijakan terbaru pemerintah. Untuk informasi paling update, disarankan untuk selalu mengecek portal resmi Info GTK atau menghubungi Dinas Pendidikan setempat.


Sumber dan Referensi

Artikel ini disusun berdasarkan informasi dari Kemendikbudristek, regulasi pencairan tunjangan profesi guru, dan sistem Dapodik. Data nominal mengacu pada struktur gaji PNS yang berlaku dan dapat berubah sesuai penyesuaian pemerintah.

FAQ Seputar Jadwal Pencairan TPG 2026

TPG 2026 tetap menggunakan mekanisme pencairan triwulanan, bukan bulanan. Berdasarkan regulasi Kemendikbudristek yang berlaku, belum ada kebijakan resmi yang mengubah sistem pencairan menjadi bulanan. Jadi, guru akan menerima TPG sebanyak empat kali dalam setahun, yaitu untuk periode triwulan I (Januari-Maret), triwulan II (April-Juni), triwulan III (Juli-September), dan triwulan IV (Oktober-Desember). Setiap pencairan mencakup akumulasi tiga bulan sekaligus.
TPG triwulan I tahun 2026 yang mencakup periode Januari hingga Maret diperkirakan akan cair pada akhir Maret hingga awal April 2026. Waktu pencairan bisa bervariasi tergantung kecepatan proses verifikasi data di masing-masing daerah. Proses ini melibatkan validasi data dari tingkat sekolah, Dinas Pendidikan kabupaten/kota, Dinas Pendidikan provinsi, hingga Kemendikbudristek sebelum pengajuan SP2D ke Kementerian Keuangan. Untuk memastikan pencairan tepat waktu, pastikan data Dapodik sudah lengkap dan terverifikasi sebelum cut-off date.
Ada beberapa kemungkinan penyebab keterlambatan pencairan TPG. Pertama, data di Dapodik tidak lengkap atau mengalami kesalahan sehingga tertahan di proses verifikasi. Kedua, jam mengajar tercatat kurang dari 24 JTM yang merupakan syarat wajib penerima TPG. Ketiga, ada masalah dengan sertifikat pendidik seperti sudah kadaluarsa atau tidak sesuai bidang studi. Keempat, rekening bank yang terdaftar bermasalah atau tidak aktif. Solusinya, cek status pencairan di portal Info GTK, koordinasi dengan operator Dapodik sekolah untuk perbaikan data, dan jika perlu lapor langsung ke Dinas Pendidikan setempat dengan membawa dokumen pendukung.
Besaran TPG per triwulan bervariasi tergantung golongan dan masa kerja karena nilainya setara dengan tiga kali gaji pokok. Untuk golongan III/a, TPG per triwulan sekitar Rp7,5 juta hingga Rp9,6 juta. Golongan III/d mendapat sekitar Rp9,9 juta hingga Rp12,6 juta. Sedangkan golongan IV/a ke atas bisa mencapai Rp10,8 juta hingga Rp16,5 juta per triwulan. Nominal ini adalah estimasi berdasarkan struktur gaji PNS 2026 dan dapat berubah jika ada penyesuaian gaji pokok atau kebijakan baru dari pemerintah. Untuk guru non-PNS bersertifikat, besaran mengikuti standar yang ditetapkan yayasan dengan mengacu pada ketentuan pemerintah.
Pengecekan status TPG bisa dilakukan melalui portal Info GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan) yang merupakan platform resmi Kemendikbudristek. Caranya cukup login menggunakan akun SIM PKB atau akun GTK, kemudian pilih menu “Tunjangan” atau “Info Tunjangan Profesi”. Di sana akan terlihat status pencairan per triwulan beserta detail nominal dan estimasi waktu transfer. Status “Proses Verifikasi” artinya data masih dalam tahap pengecekan, “Siap Bayar” berarti sudah disetujui dan menunggu SP2D, sedangkan “Sudah Dibayar” menandakan TPG telah ditransfer ke rekening. Alternatif lain bisa menggunakan aplikasi SIM PKB atau menghubungi langsung Dinas Pendidikan setempat dengan menyiapkan NUPTK dan data identitas.